Rabu, 26 Agustus 2009

Adolescent Scientific Group

Di sela-sela kesibukan saya mengerjakan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) OSIS masa jabatan 2008/2009 saya sempatkan sedikit membagi pengalaman saya sewaktu mengikuti Diklat KIR di SMA MTA Surakarta. Selain mengisi ke-kritis-an blog saya yang sekarat,hitung-hitung juga mengenang KIR sebelum saya melepasnya dalam formalitas organisasi.

1. Karya Ilmiah Bersifat Spesifik

Karya ilmiah yang baik tidak harus panjang lebar. Namun bisa membahas secara terperinci suatu masalah yang dibatasi. Dengan demikian, pembaca tak lagi rancu dan muncul ambigu dalam mencernanya. Karya ilmiah bukanlah sebuah media entertainment, tapi media pengetahuan dan edukasi yang bersifat apa adanya, tanpa perlu ditambahi atau dikurangi.

2. Materi Karya Ilmiah dan Penelitian Bersifat Kritis dan Mengenai Sasaran

Sasaran suatu karya ilmiah berbeda-beda. Ketika sasaran penelitian kita adalah pelajar, maka tujuan tersebut harus tercapai sebagaimana mestinya. Sayang sekali hasil jerih payah yang kita lakukan jika penelitian kita tidak mengenai sasaran. Hal itu hanya menjadikan karya kita hampir tak ada gunanya. Wah, sayang banget, kan?

3. Jangan Pernah Men-generalisasi-kan Suatu Penelitian dan Karya Ilmiah

Karya ilmiah bersifat objektif/ apa adanya. Namun, jangan pernah sekali-kali menganggap remeh pen-generalisasi-an di dalamnya. Pelajaran ini saya dapat ketika salah seorang teman saya yang sama-sama di KIR berkata: " Seperti pada pasar-pasar tradisional pada umumnya...". Saat itu juga kakak senior kami membantah: “ Memangya kamu sudah observasi ke berapa pasar, sehingga dengan enaknya menyimpulkan seperti itu? Memangnya kamu yakin semua pasar tradisional sama?”.

4. Jangan Ngalor-Ngidul dari Tema Karya Ilmiah/ Penelitian

Ketika kita mengangkat suatu permasalahan dalam karya ilmiah dan penelitian, harus ada batasannya. Misalnya saja ketika kita meneliti tentang dampak negatif sampah plastik bagi masyarakat, kita cukup membahasnya mengenai dampak negatifnya saja. Tidak perlu membahas mengenai pemanfaatan daur ulang plastik, jenis-jenisnya, dan hal-hal lain yang keluar dari tema.

5. Tak Hanya Sebatas Penelitian, Namun Ada Tindak Lanjutnya

Sebagai seseorang yang berjiwa kritis dan berpikir ilmiah tidak akan berhenti pada suatu tahap penelitian. Akan tetapi, ada tindak lanjut atau pertanggungjawaban dari pekerjaannya. Meskipun belum bias memberikan solusi atau pemecahan dari suatu permasalahan, setidaknya ada usaha untuk mengajak atau menginformasikannya pada khalayak luas.

Yo’a… a little experience from me. Met berkarya…!

Jumat, 03 Juli 2009

SaYonaRa KeLaz XI...

Ufh...lama gak posting blog, baru sekarang bisa ketemu lagi......

Tanggal 24 Juni 2009 lalu aku "diketok palu" oleh wali kelas dengan putusan pengadilan : dibebaskan dari kelas XI...
Sedikit senyuman menghiasi wajah anggota keluarga dan teman-teman seangkatan yang hadir, tapi dalam benakku sendiri merasa mendapat amanat yang lebih berat untuk menghadapi kelas XII. Bukan hanya kelas yang sebutannya lebih banyak, tapi beban amanat yang tentunya juga lebih berat...Tryout, ujian, remidi, batas kelulusan, dll pasti akan menjadi bahan pembicaraan sehari-hari jika sudah duduk di kelas XII.

Buat teman-teman yang sudah baca (terutama teman seperjuangan seangkatanku), let's do more than usual, see more than usual, stand more than usual, think more than usual, n PRAY more than usual... Give d'best result to ourselves, our parents, our teachers, our schools, n our religion...