Minggu, 23 Juli 2017

Yer spouse is the best one for you

Suamiku memang bukan orang yang pandai berbicara di publik, tapi ia adalah pasangan terhebat yang Allah kirimkan untukku.
Bukan prestasi gilang gemilang yang membuatku kagum padanya, bukan seabrek piala ataupun harta, tapi hal-hal sederhana yang begitu bermakna.
Misalnya:
1. Saat aku lupa sudah mengunci pintu atau belum, padahal baruu saja menguncinya, lalu aku menengoknya kembali, maka kata beliau, "Lah, hal sederhana saja kau tak konsentrasi, apalagi saat sholat". Hiks. Tepat sekali karena memang aku sering lupa bilangan raka'at saat sholat.
2. Saat aku menyepelekan wudhu, yakni saat aku makan setelah wudhu, maka kata beliau,"Heh sudah wudhu kok makan". Dengan santainya aku jawab,"Kan ga batalin wudhu". Lalu beliau jawab lagi, "Ya tapi kan kotor lagi (karena mulutnya buat makan)". Hiks. Iya bang. Tepat sekali.
3. Saat aku bawakan uang beberapa lembar  rupiah buat masukin kotak infaq saat sholat Ied (yang akhirnya uangnya dibagi dengan simbah biar simbah bisa ikut masukin uang ke kotak), pulang-pulang aku mendapati uang di sakunya masih ada. Dengan suuzhonnya aku berkata,"Kok uangnya masih, gak dimasukin kotak ya?". Bayanganku, pelit amat ini anak cuma masukin uang ke kotak infaq aja gak mau (karena memang suami orangnya perhitungan banget dengan pengeluaran).
Tapi prasangka buruk itu hancur lebur ketika beliau menjawab,"Aku jaga-jaga aja kalau simbah kebelet ke toilet, gak ada uang lagi". Hiks. Jadi akunya yang merasa bersalah karena memberinya uang mepet.
4. Dulu, sepengetahuanku, kalau haid biasa 7 hari, ya kalau 6 hari sudah berhenti, trus mau dipentokkan sampai 7 hari gak apa-apa, gak usah sholat juga. Setelah menikah, kata beliau, "Ya kurangannya di qadha'lah". Jadi 1hari nya di qadha'. Hiks. Ini perkara wanita, tapi kenapa aku sendiri malah tak paham.
5. Stop dlu, kapan2 dilanjutin in syaa Allah

Sabtu, 11 Februari 2017

Centang Biru



Centang biru, melihatnya adalah kebahagiaan tersendiri buatku
Ya, centang biru menandakan hpmu normal dan sehat
Ya, centang biru menandakan ada sinyal internet di sana
Ya, centang biru menandakan pesanku telah kau baca
Ya, centang biru menandakan kau punya waktu untuk sekedar membuka pesanku
Ya, centang biru menandakan kau sudah bangun di pagi hari
Ya, centang biru menandakan kau masih baik-baik saja, setidaknya mampu membuka hp dan pesan wa
Ya, centang biru menandakan kau masih hidup, di “sisiku”…
Terima kasih, bagi yang membuat “centang biru” ini, ada.
-Teruntuk suamiku tercinta , di negeri seberang-

Selasa, 24 Januari 2017

A student named 'WIFE'

Allahu, lamanya diri ini tak tengok blog tercinta ^-^. Begitu banyak moment penting terlewat.

Hellow bloggy, aku sekarang masih kuliah di UNS tercinta, tapi semoga ini semester terakhir di sana sebagai mahasiswa s1. Ha? s1? Iya s1. Iya lama memang terdengarnya, tapi Allah memang takdirkan aku harus melalui beberapa tahap hingga bisa s1 di UNS ini. Biar aku lebih banyak bersyukur, salah satu hikmahnya. Ah ya, apa kabar wahai seseorang yang dulu mengejekku? Semoga Allah menjadikanmu lebih bijak sekarang.

Aku juga telah menikah sekarang, dengan laki-laki pilihan Allah yang sering kumimpikan dalam tidurku akhir-akhir ini (setelah menikah lo ya, ini sering mimpinya). Semoga Allah melindungimu selalu, han :*.

A student named 'WIFE'.
Sekarang mikirnya bukan lagi aku, aku, aku. Tapi kita, kita, baru aku.
Sekarang mikirnya bukan lagi bapak ibukku, tapi bapak ibuk kita.
Sekarang mikirnya bukan lagi bajuku (saja), tapi baju pasangan kita.
Sekarang mikirnya bukan lagi bajuku bagus (saja), tapi apa baju itu baik menurut pasangan kita
Sekarang mikirnya bukan lagi cita-citaku (saja), tapi cita-cita dan impian kita.
Sekarang mikirnya bukan lagi uangku, tapi uang kita
Sekarang mikirnya bukan lagi kesukaanku, tapi kesukaanku di mata dia
dan masih banyak lagi perubahan2 pernikahan itu...yang mengajarkan kita untuk menjadi lebih dewasa, lebih perasa, lebih peduli, lebih pengertian, dst.

1,5 tahun berlalu setelah ijab qabul, namun cinta itu akan terus bertumbuh.
Sekolah, kuliah, tak akan menghalangimu untuk menikah. Percayalah, menikah selalu lebih indah daripada pacaran.